*** Sugeng Rawuh - Selamat Datang - Welcome - Ahlan Wa Sahlan ***

Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban ya.. Ramadhan

Ya.. Rabb

Hamba bersimpuh penuh harapan
Hamba memuji-Mu dalam kefanaan
Hamba memohon dalam kefakiran
Dalam menyambut bulan-Mu ramadhan

Ya.. Rabb

Tuntunlah langkahku dengan ridho-Mu
Tuntaskan dahagaku dengan limpahan rahmat-Mu
Hapuskan ceceran noda dengan maghfiroh-Mu
Dalam keagungan ramadhan-Mu

Ya.. Rabb

Di bulan mulia ini hamba meminta
Sadarkanlah para koruptor, mafia yang telah merajalela
Semaikanlah pada kami akhlak yang mulia
Agar kami tidak lupa akan sejarang dan budaya

Ya.. Rabb

Engkau tahu betapa terpuruknya bangsa ini
Bantulah kami untuk bangkit berdiri
Mengangkat derajat Negeri ini kembali
Dan menjadi Negeri yang madani

"Marhaban Ahlan wa Sahlan ya.. Ramadhan"

                                                   Pengharapan, 18/06/2015 Pukul, 00.43

Sabtu, 13 Juni 2015

Pencarianku

Sudah bermil-mil tapak kakiq melangkah
Ratusan bahkan ribuan hektar lahan kususuri
Tak ada puncak gunung yang tak menorehkan namaku
Tapi aku tetap saja tak menemukan-Mu dimana..

Kakiku sudah letih
Bola matakupun membara karena tak sedetikpun terpejam
Lihatlah rambutku yang kumal berdebu
Tapi Kau masih saja sembunyi
Aku ingin menangis tapi tak setetes darahpun mengalir

Ooh...
Kau yang berselimut
Selimutilah aku dengan kelembutan cinta-Mu
Kau yang bercahaya
Sinarilah aku dengan nur-Mu yang agung

Kau yang maha melihat
lihatlah diriku dengan tatapan-Mu yang suci
Dan Kau yang berdiri sendiri
Tuntunlah aku agar aku dapat berdiri kokoh bersama-Mu

Jadikanlah ajalku tanpa beban
Dan berjumpa dengan-Mu dalam senyuman.

                                 Kesendirian, 14/06/2015  03.25 WIB

Selasa, 05 Mei 2015

Mudatsir

Ketika purnama malu menampakkan wajahnya yang ayu
Ketika lembut halimun menyusup diantara tulangku yang rapuh

Aku terhanyut dalam pelukan dan ayunan kesombongan
Terlelap dan malas tuk bangkit menyambut limpahan nur Illahiyah

Sibuk mengagumi ke-jahilan akal dan hatiku
Lalai Menikmati ketinggian derajat kema'rifatanku

Sejenak ku tersadar, Saat bola api bergulir menyambut pagi
Tapi ketika keserakahan memeluk mesra tubuhku, membawaku kembali dalam ilusi duniawi

Memenjarakanku dalam fatamorgana kebahagiaan
Menelan bulat, setiap tulang dan dagingku yang membusuk

Haruskah aku menikmati buaian keduanya?
Ataukah ku harus bangun dan melepaskan ketergantunganku?

Tuhan berikan ridho-Mu atas jalanku

                                             Pelataran, 5 mei 2015, Pkl. 03.00 WIB

Sabtu, 28 Maret 2015

Damaikah Duniaku?

Perdamaian adalah hal yang diimpikan oleh setiap makhluk, bukan hanya manusia saja.
Akan tetapi melihat fenomena yang ada sekarang,
mimpi tinggallah mimpi, harapan hanyalah harapan
yang belum - bahkan mungkin tidak akan- terwujud

Yang mengaku beragama hanya ngurusin yang sakral-sakral saja
Yang punya harta, hanyut dalam gelimpang dunia
Yang miskin hanya berfikir "masihkah beras didalam keranjang usang?"
Pejabat "gila" ngurusin nafsu dan kepuasannya sendiri
Politisi berlagak bela rakyat
Seniman "sekarat" mengejar asa

Sampai kapan semua ini terus terjadi
Atau mungkin kedamaian hanya ada di surga?